Biasanya saya adalah orang yang tidak terlalu perduli dengan sunrise. Paling-paling liat sunset jika lagi jalan bareng teman di bibir pantai Bengkulu. Ketika beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi Cambodia, saya sempatkan ke Siem reap melihat Angkor Wat. Kami harus bangun jam setengah 4 dan mengantri yang sangat panjang untuk masuk kekomplek temple itu. Para fotografer Profesional dan amatir sudah standby di beberapa tempat yang strategis. Sunrise disana sekitar jam setengah 7 waktu Indonesia.
Ini benar-benar kali pertama saya melihat sebuah keagungan Tuhan, sunrise, yang jika saya mau saya bisa melihatnya tiap hari. Saya merinding dan hanya bisa terperangah melihat matahari yang menyembul dari sudut kiri Angkor Wat. Sangat cepat. Saya yang awalnya jeprat jepret sana sini, sejenak kemudian sudah tidak terlalu perduli lagi dengan foto memoto. Yang ingin saya lakukan adalah menikmati tiap detik munculnya mentari yang sangat istimewa itu. Hal itu adalah salah satu dari momen terbaik dalam hidup saya. Terimakasih, Ou kun! Sam nang leu o everybody!
Hahaha... tadi saya iseng-iseng bikin lagu. mau tauuu lagunya kayak gimana??? hihihi... tunggu saja ya... soalnya belom selesai. Lagu yang akan saya buat beisi tentang perasaan saya dan apa yang saya liat alami dan rasakan.... halaaah...
Kalopun saya punya keberanian yg lebih, saya berencana mempostingnya di youtube. Itu pun belum pasti...wkwkwkkwkwkk.. :P
Ternyata bikin lagu itu gak gampang yak. Salut dah sama Taylor Swift yang berani dan bisa dengan jujur bercerita tentang kisahnya lewat lagu. Banyak yang menertawakannya, tapi pikirkan lagi, itu sulit loh, sungguh sulit sekali.
Entah kenapa tiba-tiba saya ter-seaching F4, padahal sudah lamaaa sekali saya tidak mencari atau mendengar kabar F4 di internet. Kemudian saya temukan video ini di youtube. Rasanya seperti kembali ke masa lalu. masa remaja saya. Mereka adalah idola pertama saya, terkhusus vic zhou, sampai-sampai saya dulu pajang poster vic zhou didinding kamar. Saya juga punya tempelannya di lemari, di dalam lemari, di buku, dll. Poster Vic zhou adalah poster satu-satunya yang pernah saya pajang dikamar.
Menonton video ini, saya seperti ada disana. Saya bisa merasakan apa yang fans-fans itu rasakan. Perasaan bahagia, senang, haru yang membuncah, berbunga-bunga, hangat. Melihat mereka saya seperti masuk ke lorong waktu, saat dimana ponsel adalah barang lux, saat saya masih sangat belia, 12 tahun. Yang dengan cupunya saya pernah berbicara sama poster vic zhou "vic zhou, tunggu aku dewasa ya, nanti ajak aku nikah, okey?" hahaha.... Entah apa yang saya pikirkan saat itu. Dan sekarang sehabis nonton video ini saya ingat hal itu dan kemudian tertawa sendiri. Saya rasa masa remaja saya tidak akan lengkap tanpa F4. Saya bersyukur menyukai F4, paling tidak seperti sekarang, saat saya berada pada usia saya sekarang dan melihat mereka bernyanyi bersama, saya bisa tertawa, rehat sejenak, mengingat masa lalu dan merasa muda lagi. Mungkin pada saat saya berumur 30an 40an 50an dan menjadi tua dan renta kemudian saya memutar video mereka kembali, saya akan 'menjadi muda lagi'.
Saya tidak tau apa arti lagu yang mereka nyanyikan, saya pernah cari tau translit lagu ini duluuu sekali tapi sekarang sudah lupa. Tapi itu semua tidak menjadi masalah, ketika mereka menyanyi saya juga ikut menyanyi bahkan saya tidak tau judul lagu itu, tapi saya hapal lagunya. Lagu mereka merupakan salah satu soundtrack masa kecil saya, mereka adalah memori yang baik, kecintaan saya, ya benar kata orang 1st love is unforgetable. Mereka selalu punya tempat dihati saya, terserah orang mau bilang apa.
Welcome ramadhan, selamat datang bulan ramadhan. Suasana hati saya sedang tidak baik sekarang. Ada masalah-masalah yang jadi beban saya. Tapi terlepas dari itu semua saya ingin hidup, merasakan sari pati hidup, menikmati setiap moment dan kesempatan yang saya dapatkan. Saya juga senang, akhirnya ramadhan lagi. Ramadhan itu ceria dan berkumpul. Itu menyenangkan. Ehm, saya berharap semua masalah yg dihadapi menjadi lebih mudah dipecahkan dan ditemukan solusinya. Saya berharap dapat melalui semua hal buruk dan mendapatkan yg terbaik dan menjadi orang yg berguna. Oh ya, saya beberapa hari yg lalu ulangtahun. I just wanna say sama diriku "selamat ulang tahun disfa! Ganbatte kudasai". Dan aku ingin bilang "Ya Allah, terimakasih telah memberikanku kehidupan. Lindungi, berkahi dan sayangilah aku selalu :-)"
I Love you.
Hari ini minggu, dan seperti biasanya adalah jadwal nonton saya dari pagi. Entah mengapa hari ini saya keklik trans tv dengan acaranya selamat pagi dan pada saat itu saya melihat seorang presenter. Saya tidak kenal tapi saya search aja di google ternyata namanya roland lagonda. Pada saat nonton dia spontan saya bilang "menyenangkan sekali pekerjaannya. bekerja tapi seperti tidak bekerja. ga kaku". kenapa saya terceplos bilang seperti itu karena pada saat nonton saya melihat dia sedang main polo lumpur dengan para ibu-ibu. lempar-lemparan bola sambil berkubang dilumpur. Saya sebagai penonton merasa "waaah..seru!". Ya seru, seseru yulika satria daya bawain "backpacker" menarik tapi nggak lebay (banyak tuh presenter yang lebay-lebay kalo bawain acara, bukannya seru malah males liatnya -_-). Namun bedanya "Selamat Pagi" tetap lanjut sedangkan "Backpacker" stuck programnya berhenti gitu aja.
Oke balik lagi, saya rasa pekerjaan-pekerjaan seperti presenter tv bisa langsung lekat dengan masyarakat. Ga bakal bisa semenarik itu kalo kita hanya orang biasa kemudian melakukan hal itu. Itulah kekuatannya. Kekuatan dilatar belakang jenis pekerjaan tersebut.
Saya jadi ingat, sewaktu dulu survey kesalah seorang calon nasabah yang kerjaannya tukang bakso kemudian mempersilakan saya bikin bakso, ngebulet-buletin sendiri rebus sendiri. Itu pengalaman pertama saya bikin bakso. Terus pergi ke toke ikan, udang dengerin mereka cerita proses pengerjaan pengepakan barang untuk diimpor. Kemudian ke petani sawit, karet dan dengarin curhatan mereka tentang naik turunnya harga karet. Terus pengusaha bengkel las dan bengkel motor jadi tau kalo ban itu ada banyak jenisnya dan motor mio saya pake yang 14^^, saya baru tau kalo barang-barang bengkel itu mahal-tenmahal keliatannya aja pajangan alat-alat itu kecil dan kumal tapi harganya kayak harga di toko-toko emas. Kalo nggak jadi pegawai bank belum tentu bisa bikin bakso, belum tentu diterima hangat dan mendengarkan curhatan mereka. Haha... curhatannya banyak banget, tapi yang paling banyak adalah cerita tentang masalah keluarga dan keuangan. Ada keponakannya yang minggat karena ga di beliin mobil jazz dibeliinnya mobil avanza, ada yang selingkuh punya istri dua satu buat kehidupan sebenarnya satu buat diporotin, dengerin curhatan tentang hutang-hutang dan keuntungan bisnis, banyak lah ketemu jenis-jenis karakter manusia. Ada baik, ada jahat, ada setengah-setengah. Bikin wawasan nambahlah.
Udah ah segitu aja nulis-nulisnya, mau masak dulu. bye bye^^
hari ini hari libur. aku bahagia sekali. aku dan adik-adik kecilku jalan-jalan ke pantai, sekedar duduk menikmati desiran ombak pantai panjang dan hembusan ringan angin samudra hindia. bagiku ini jauh. mata ku menuju sesuatu yang ada jauh disana. aku katakan pada adikku "disana ada maldives" sambil menunjuk lurus. sambil santai mengunyah tahu sumedang dia bertanya " maldives itu apa?". aku bilang "tempat yang sangat indah".
aku kemudian berpikir, alangkah naifnya aku. aku belum pernah kesana dan bilang disana indah sekali. sesungguhnya manusia tidak pernah puas dengan mimpi-mimpinya. ya, maldives adalah salah satu dari banyak mimpi-mimpiku. karena mimpi-mimpi yang terus bergelayutan diatas kepalaku itu lah aku hidup dan bisa merasakan kehidupan. tentang sesuatu yang diharapkan, menjadi ada tujuan. tujuan yang aku sendiri bilang bahwa aku butuh mereka. aku bahkan pernah merasakan belum kenal mereka ketika aku SMP dan pertengahan SMA, serasa hidup ini absurb. Hambar. Hidup-lahir-tumbuh-sekolah-bekerja-menikah-berkeluarga-punya anak-tua-meninggal. Tapi tidak! hidupku setelah mengenal mereka, kenal dekat dengan mereka, tidak hanya seperti hitam dan putih. Ada hal yang ingin ku capai, walau batasan-batasan terus membelenggu. mimpi-mimpi itu membuatku bergairah dan semangat. karena mimpi-mimpi itu pula aku belajar banyak hal. tentang semua rasa. rasa senang, pedih, bahagia, sedih, kesal, cemburu, kecewa, tawa, terpesona, semua, ya semua bercampur aduk menjadi suatu rasa yang menarik. membuat hidupku terus berasa dan berwarna. :D
Suatu ketika di negeri entah berantah. Setiap jiwa yang telah siap, diperkenankan masuk kedalam sebuah lorong perjalanan yang penuh kegelapan. Lorong itu sangat besar, bahkan ketika engkau mendongakkan wajahmu kau akan kepayahan. Dunia berbeda telah dipisahkan olehnya. Dunia yang penuh canda tawa serta permainan dan dunia yang sebenarnya.
Tibalah masanya segerombolan (mungkin jutaan) jiwa untuk melalui perjalanan tersebut. Setiap jiwa dibekali sebuah dian. Setiap jiwa harus menjaga diannya untuk tetap hidup. Sebelum pintu lorong dibuka, dibuatlah suatu selebrasi besar-besaran melepas mereka. Semua kesenangan didatangkan, sehingga mereka sedikit terbuai.
Hari H telah tiba. Pita di gunting dan Pintu Lorong terbuka.
Dunia penuh cahaya hilang berganti kegelapan kekal. Sepertinya cahaya dunia dihisap oleh kegelapan. Entahlah...
Satu persatu jiwa masuk dengan sumringah, membayangkan apa yang ada di ujung sana. Setelah semuanya masuk, "bbbbrrrrm", pintu lorong otomatis tertutup. Bergemuruh. Dan sekarang yang tampak hanya kegelapan dan jutaan dian. Bagaikan bintang di malam hari. Kini tampak jelas siapa saja yang memiliki semangat yang tinggi, medium dan yang rendah. Jiwa yang sangat bersemangat diwakili oleh diannya yang terpancar terang dan menggelegar. Jiwa yang lemah terlihat sangat redup.
Mereka berjalan mengunakan imaji saja, karena tak ada lagi yang bisa diharapkan. Kemudian semakin lama semakin terdengar suara rintik-rintik, basah, ya ada air mengalir dibawah mereka, kemudian ada tetesan juga dari atas. Untuk menjaga sang dian tetap berpendar mereka harus menunduk melindunginya. Angin pun datang berhembus, mereka kewalahan, telah sebagian cahaya padam, terkurung dalam kegelapan selama-lamanya. Tidak ada kesempatan untuk kembali dan membawa dian yang baru. Angin semakin lama semakin menderu.
Para jiwa itupun mulai bertanya "sanggupkah saya melewati ini?". Tak seorangpun tahu pasti jawabannya. Kemudian mereka terus menerus berjalan dengan tertatih.
Tahun baruan 2013 saya di Bengkulu. Haha.. yang paling heboh itu adeknde sama ibu ku. adeknde dari siangnya udah minta dipasangin tenda. saking senangnya adeknde tidur siang di tenda.
Kemudian bakar-bakar jagung. Sebelum bakar-bakar jagung saya dan nitut sempat keliling-keliling sebentar. Lumayan rame kota bengkulu saat pergantian tahun, kendaraannya ngebut-ngebut, dan sepanjang jalan banyak yang berjualan jagung, arang, terompet, petasan. Karena niatnya cuma keliling bentar kita cuma bawa duit 5000. Yaaaah, ga bisa beli terompet untuk adende. Maapin ya dende, nih kita beliin fruti aja :)
Tren untuk bakar-bakaran tahun ini adalaaaah Bakar Jagung. Tetangga belakang, depan, samping menunya bakar jagung. Teman di sana di sini juga bakar jagung. ehm, kebetulan harga jagung emang murah, cuma 4000/kg.
Ketika sudah jam 12, bunyi kembang api bersahut-sahutan. lebih seperti bunyi gelombang ombak. Setelah selesai melihat kembang api, Adeknde pengen tidur di tenda, jadilah tenda itu di bawa masuk kerumah (kekamar tepatnya) hehe...
Itulah secuil cerita tentang tahun baru kami.
Bagi saya tahun baru bukanlah ajang merayakan pergantian tahun, tapi lebih kepada salah satu waktu yang menyenangkan untuk berkumpul bersama orang-orang tersayang. Karena pada saat itu, kita bebas bakar-bakar dan menghidupkan kembang api atau mercon karna dianggap sebagai hal yang lumrah. Coba aja bunyiin terompet, ngidupin kembang api dan mercon tengah malam di hari biasa, bisa-bisa dimarahin tetangga, hehehe..
Aku ingin ceritakan ini. Sesuatu yang terkadang ku pahami dan tak ku pahami. Tentang arti sebuah pengorbanan. Malam ini, entah mengapa saya sangat ingin membaca buku, apapun itu, dan setelah saya ubek-ubeklah lemari maka ketemulah sebuah buku (tepatnya itu buku sudah lama tapi baru dibaca sekarang). Buku karya salah satu datuk saya ini Judulnya "Menatap Masa Depan". Buku ini berkisah tentang perjalanan hidup tuyuk (ayah dari kakek dari pihak ibu) saya.
Dari buku ini baru saya tahu bagaimana kehidupan beliau dahulu. menamatkan sekolah rakyat namun tidak meneruskan pendidikannya karena pada saat itu pendidikan lanjutan yang tergolong bagus untuk golongan pribumi biasa adalah sekolah mualimin di kota bengkulu, selain kurang biaya ia juga memiliki tanggung jawab terhadap adik-adiknya. Kemudian menjadi tukang jahit sambil bertani dan berdagang dan menjadi anggota pergerakan muhammadiyah pada awal-awal pendiriannya (1933). Pergaulannya di muhamadiyah membuka wawasan tentang pendidikan. Semua anaknya disekolahkan ke Bengkulu dan Jogja. Bahkan nenek saya disekolahkan dijogja pada masa itu. Satu hal yang saya tahu pasti tentang kisah hidupnya adalah bergaul dengan orang yang berwawasan akan memperlebar wawasan kita.
Tuyuk, memori yang saya ingat tentang beliau adalah kegembiraan tanggal 1 januari. Tanggal 1 Januari adalah dimana tuyuk saya berulangtahun, dan kami keluarga besar (sangat besar) berkumpul di rumah salah satu datuk saya untuk merayakannya, menjadikannya ajang kumpul keluarga. Memancing ikan, Bikin kue ulangtahun, beli terompet, bakar-bakar, makan, ngobrol, ngumpul, bersama. Silaturahmi yang menyenangkan.
Tuyuk, Tidak banyak yang bisa saya ingat karena beliau meninggal pada masa saya SMA. Tapi perjuangannya untuk memfasilitasi anak-anaknya memperoleh pendidikan yang baik menjadi saham yang berharga yang bisa saya rasakan sebagai generasi selanjutnya.
Lain halnya dengan keluarga dari ayah saya. Jika dari keluarga ibu, ada datuk yang membuat buku biografi keluarga,maka dari keluarga ayah saya sangat sulit mendapat cerita-cerita lama. Hanya beberapa gelintir cerita yang bisa saya dapatkan dari cerita ayah dan keluarga lainnya. Itupun baru saya tahu ketika kuliah. Kakek saya dari pihak ayah (beliau telah meninggal ketika saya belum lahir) mendapatkan pendidikan yang lumayan baik (masih zaman penjajahan), beliau bisa bahasa arab (ngiri saya, bahasa arab saya dapet C mulu hehehe), beliau adalah tempat orang bertanya masalah agama. nama panggilannya adalah Mat Imam (namanya Ahmad). beliau sekolah di sekolah muhamadiyah mualimin Bengkulu. kemudian menjadi guru di kampung. Tamang (kakek) ayah, Ray, adalah petani dan pengambil getah damar di hutan. Beliau menyekolahkan kakek saya dari hasil tersebut. Namun katanya suatu hari Tamang ayah tidak pulang-pulang dari hutan dan kemudian dicari oleh warga dan ditemukan meninggal dihutan. Beliau terjatuh dari pohon tsb.
Begitulah perjalanan hidup mereka, yang saya tau pasti perjuangan untuk mendapatkan pendidikan dikala itu sangat sulit. Pendidikan adalah harga yang sangat mahal. sesuatu yang harus terus diperjuangkan. Saya berterimakasih karena mereka merintis hal itu